ARTIKEL DAN SISTEMATIKA KERANGKA KARANGANNYA
Kerangka karangan
adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu
karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun
secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka
karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak
keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan
ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak
kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
Manfaat Kerangka Karangan
Untuk menyusun karangan secara teratur.
Mempermudah pembahasan tulisan.
Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.
Dengan
adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya
sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya.
Kerangka
karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini,
karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara
menyeluruh.
Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik
Pengungkapan maksudnya harus jelas.
Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.
Contoh kasus :Kemacetan
adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu
lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi
kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar,
terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau
memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan
penduduk, misalnya Jakarta.Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan
sehari-hari di Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Bandung, Medan dan
kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:
Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
Terjadi
kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton
kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum
disingkirkan dari jalur lalu lintas,
Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
Ada perbaikan jalan,
Bagian jalan tertentu yang longsor,
Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
Pasar
tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada
akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan
melewati area tersebut.
Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan
Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
Keausan
kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang
pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang
lebih tinggi,
Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah
konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi
yang optimal,
Meningkatkan stress pengguna jalan,
Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya
Ada
beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan
kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang
komprehensif yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:
Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
Mengembangkan inteligent transport sistem.
- Penyebab kemacetan di Jakarta
- Dampak negatif kemacetan
- Pemecahan permasalahan kemacetan
- Peningkatan kapasitas
- Keberpihakan kepada angkutan umum
- Pembatasan kendaraan pribadi
Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Pengertian
Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa
maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang
diambil dari berbagai sumber.
Kutipan langsung merupakan pernyataan yang kita tulis dalam susunan
kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikit pun. Bahan yang kita
kutip harus direproduksi tepat seperti apa adanya sesuai sumber,
termasuk ejaan, tanda baca, dll.
Cara penulisannya sebagai berikut :
a) Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan kedalam teks,
1. Diketik seperti ketikan teks
2.Diawali dan diakhiri dengan tanda (“)
3. Sumber rujukan ditulis langsung sebelum atau sesudah teks kutipan
b) Kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih,
1. Diketik satu spasi
2. Dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri
3. Sumber rujukan ditulis langsung sebelum teks kutipan
Kutipan tidak lansung pernyataan yang hanya mengambil intisari pendapat
yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang
kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat
dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung
cara penulisannya sebagai berikut :
1. Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana dengan teks biasa
2. Semua kutipan harus dirujuk
3. Sumber-sumber rujukan harus ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan
Contoh :
Kutipan langsung:
“Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia jaman
sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan
manusia.” (Aling Indra, Kemajuan Teknologi, 20012, Hal. 2)
Kutipan tidak lansung:
Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi
hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat
membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat.
(Aling Indra, Kemajuan Teknologi, 20012, Hal. 4)