Senin, 06 April 2015

PLC - Power Line Communication

Teknologi Power Line Communication (PLC) adalah sebuah teknologi yang memungkinkan transmisi data melalui jaringan distribusi listrik. Keunggulan utama sistem PLC adalah fleksibilitasnya karena tidak perlu menyediakan infrastruktur media komunikasi secara terpisah dan khusus. Ketersediaan infrastruktur jaringan listrik sampai ke pelosok wilayah dan fleksibilitas operasional serta nilai ekonomisnya, menyebabkan teknologi PLC tersebut sangat layak untuk dipertimbangkan pemanfaatannya. Karena pemanfaatannya langsung dengan user, maka sering jaringan PLC diistilahkan sebagai last-mile communications networks.
Secara umum kita bisa membagi sistem PLC menjadi dua bagian ; Narrowband PLC dengan data rate rendah ( sampai dengan 100 kbps) dan Broadband PLC dengan data rate lebih dari 2 Mbps.
Ketika pertama kali dikembangkan, PLC hanya mampu memberikan kecepatan data sebesar 60 bit per second, karena masih menggunakan teknik modulasi seperti modulasi linear AM, double-sideband AM, single side band AM (SSB-AM), dan FSK. Akibatnya, teknologi ini tidak dapat mengakomodasi komunikasi kapasitas besar sehingga hanya digunakan untuk komunikasi kecepatan rendah, seperti pemonitoran dan pengontrolan.
    Dengan menerapkan metode modulasi penerobosan (breakthrough) seperti Wide Bandwidth Spectrum Spread Method, Multi-Carrier Method, dan metode Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) ke PLC, maka didapatkan kecepatan tinggi dan komunikasi dengan kapasitas besar. Kini Gateway PLC mampu memberikan kecepatan data lebih dari 200 Mbps, berlipat-lipat kali lebih cepat daripada koneksi melalui modem.
    Power line komunikasi atau listrik carrier (PLC), juga dikenal sebagai garis Power Digital Subscriber Line (PDSL), induk komunikasi, listrik telecom (WBP), atau jaringan listrik (PLN), adalah sebuah sistem untuk membawa data pada sebuah konduktor juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Broadband lebih dari Power Lines (BPL) menggunakan PLC dengan mengirim dan menerima informasi bantalan sinyal melalui jaringan listrik untuk menyediakan akses ke Internet.
    Daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi, yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan di dalam bangunan pada tegangan rendah. Powerline komunikasi dapat diterapkan pada setiap tahap. Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri mereka untuk satu set kabel (misalnya, bangunan kabel), tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkatan (misalnya, baik jaringan distribusi dan tempat kabel).
    Semua sistem komunikasi listrik beroperasi dengan “mencetak sebuah pembawa termodulasi sinyal pada sistem pengkabelan. Berbagai jenis komunikasi Powerline menggunakan pita frekuensi yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik transmisi sinyal dari kabel listrik yang digunakan. Karena sistem kabel listrik ini awalnya ditujukan untuk transmisi listrik AC, dalam konvensional digunakan, kekuatan kawat sirkuit hanya memiliki kemampuan terbatas untuk membawa frekuensi yang lebih tinggi. Masalah propagasi merupakan faktor pembatas untuk tiap jenis komunikasi listrik. Sebuah penemuan baru yang disebut E-Line yang memungkinkan kekuasaan satu konduktor pada overhead listrik untuk beroperasi sebagai Waveguide untuk memberikan atenuasi rendah propagasi RF melalui jalur energi gelombang mikro sementara memberikan informasi tingkat Gbps beberapa pengecualian untuk keterbatasan ini.
    Tarif data melalui sistem komunikasi listrik sangat bervariasi. Frekuensi rendah (sekitar 100-200 kHz) pengangkut terkesan pada transmisi tegangan tinggi baris dapat membawa satu atau dua rangkaian suara analog, atau telemetri dan sirkuit kendali dengan data yang setara tingkat beberapa ratus bit per detik, namun sirkuit ini mungkin bermil-mil lama. Kecepatan data yang lebih tinggi biasanya menunjukkan rentang yang lebih pendek; suatu jaringan area lokal yang beroperasi pada jutaan bit per detik mungkin hanya mencakup satu lantai di sebuah gedung perkantoran, tapi menghilangkan berdedikasi instalasi kabel jaringan.

1. Konsep Dasar PLC    Konsep dasar PLC adalah menumpangkan sinyal data pada jaringan listrik dengan teknik modulasi. Jaringan listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50 Hz, sedangkan sinyal data yang dimasukkan ke dalam jaringan listrik tersebut memiliki frekuensi sepuluh juta kali lebih besar, yaitu 500 MHz, sehingga tidak terjadi kondisi saling melemahkan. Hal ini dilakukan di gardu listrik distribusi (distribution substation) yang bertegangan rendah 220 volt. Listrik yang masuk ke konsumen, kemudian akan dipisahkan kembali antara sinyal listrik dengan sinyal data.
Pada gardu distribusi, tegangan tinggi diturunkan tegangannya dan terhubung dengan infrastruktur komunikasi, baik berupa fiber, kabel coax, jaringan nirkabel, maupun jaringan satelit. Repeater dipasang setiap jarak sekitar 300 meter, untuk memperkuat dan meng-generate kembali sinyal yang ditransmisikan.
Pada sisi pelanggan akhir dari jaringan, CAU (Customer Acces Units) menghubungkan peralatan pengguna apakah itu telpon, komputer atau yang lainnya, ke jaringan kabel listrik utama. CAU ini juga sebagai unit-unit pengkondisi yang berfungsi untuk mengisolasi secara elektrik peralatan-peralatan pengguna dari kabel listrik utama, juga untuk mengekstraksi sinyal data dari arus listrik.
CAU ini dihubungkan ke infrastruktur komunikasi yang merupakan tegangan rendah induk (240-415 volt). Pada substasiun listrik dimana jaringan distribusi tegangan rendah berasal, sinyal-sinyal diinjeksikan ke dalam jaringan tegangan rendah dari jaringan data konvensional eksternal (kabel tembaga koaksial, kabel optik fiber, jaringan nirkabel, atau bahkan jaringan satelit). Jadi meskipun komunikasi data dapat dipropagasi melalui kabel listrik, beberapa jaringan konvensional harus tetap ada atau diinstal ke substasiun. Sampai saat ini belum ada metoda yang ditemukan untuk melakukan propagasi sinyal-sinyal data melalui jaringan tegangan tinggi (> 415 volt).
Secara khusus, frekuensi sinyal daya listrik adalah dalam range 50/60Hz. Dengan pengkondisian, sinyal-sinyal data ini dinaikkan ke frekuensi ultra tinggi dalam range 500/600MHz, sehingga data dapat dilapiskan ke atas kabel utama listrik tanpa terjadi kondisi saling melemahkan. Interferensi diminimalkan dengan memecah arus data ke bentuk paket-paket sebelum diinjeksikan ke dalam jaringan listrik. Sistem komersial dapat menawarkan laju data digital dalam kecepatan kelipatan lebih dari 32 kbps ke maksimum arus yang diperkirakan mencapai 1 Mbps. Laju data ini relatif sangat stabil, bebas dari noise dan menawarkan spektrum-spektrum yang dapat digunaan dalam range 6 dan 10 MHz ke para pelanggan akhir dari jaringan distribusi dan kira-kira spektrum 20 MHz ke para pelanggan yang lebih dekat dengan substasiun.
Nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan listrik adalah bahwa sekali teknologi ini diimplementasikan akan memungkinkan mereka untuk memperoleh nilai tambah ke jaringan mereka sendiri dengan berkemampuan untuk membaca meteran listrik pintar dan mampu menyediakan peranti pengelolaan demand/supply cerdas yang memberi kemampuan pada perusahaan dalam mengimplementasikan sistem tarif yang inovatif ataupun sistem reward energi yang lain.

2. Arsitektur Jaringan
    Secara umum, PLC dikembangkan menjadi dua macam aplikasi yaitu outdoor-PLC yaitu PLC untuk menghantarkan Internet melalui jaringan listrik dan indoor-PLC, yaitu PLC untuk jaringan lokal dalam sebuah Local Area Network (LAN). Banyak sekali istilah yang digunakan untuk kedua aplikasi ini. Outdoor-PLC dikenal dengan Access Broadband Power Line (BPL), PLC Access Network atau Digital PowerLine (DPL 1000), sedangkan indoor-PLC dikenal juga dengan PLC Home Networking atau in-house PLC.

• Outdoor PLC
Outdoor-PLC adalah bagian yang berhubungan langsung dengan backbone jaringan telekomunikasi. Beberapa sistem telekomunikasi yang dapat difungsikan sebagai backbone ini seperti Fiber Optik, xDSL, dan Wireless Local Loop (WLL). Sehingga sinyal yang berasal dari backbone telekomunikasi ini akan dikonversi menjadi sinyal yang dimengerti oleh PLC. Perangkat PLC ini biasa disebut main unit atau base unit. PLC menggunakan bagian tegangan rendah dari infrastruktur distribusi listrik yang telah ada guna menyediakan pelayanan data ke pelanggan di rumah-rumah.

• Indoor PLC
Teknologi lain yang menggunakan jaringan listrik sebagai media untuk komunikasi data adalah indoor-PLC atau PLC Home Networking, sebuah teknologi yang menggunakan saluran-saluran tegangan rendah internal (dan kabel yang menghubungkannya) dalam gedung sebagai media untuk Local Area Network (LAN) yang dikembangkan secara plug and play sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan.Indoor-PLC merupakan teknologi yang jauh lebih sederhana dan dibahas di sini sebagai pelengkap teknologi outdoor-PLC yang berskala besar. Indoor-PLC benar-benar merupakan solusi internal dimana di sini tidak melampaui batas-batas tempat pelanggan. Pastinya, indoor-PLC lebih sederhana daripada outdoor-PLC karena jaringan listrik dalam gedung/rumah biasanya sudah merupakan jaringan yang rapih dan terencana. Dalam sistem ini tidak ada peranti yang harus disisipkan ke dalam rangkaian tegangan rendah tidak diperlukan modifikasi pada titik oulet listrik. Faktanya, indoor-PLC sangat sederhana tinggal mencolokkan modem seperti suatu peranti ke bagian belakang komputer personal dan outlet listrik 220 volt konvensional. Tidak seperti outdoor-PLC, indoor-PLC merupakan teknologi yang telah banyak digunakan diseluruh dunia dan tidak membutuhkan pengkabelan khusus, tanpa lisensi, tanpa training khusus (bagian pengguna akhir maupun administratornya) dan tanpa protokol khusus. Kelemahan utama teknologi ini adalah bahwa kecepatannya terbatas sampai 56,6 Kbps, yaitu kecepatan dari modem tercepat. Sehingga sistem ini tidak berguna untuk aplikasi-aplikasi yang lebih dari sekedar transfer data.


Read More..

Simulasi jaringan menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer


kali ini gua akan mencoba memberikan sedikit informasi tentang Aplikasi simulasi jaringan yang digunakan dalam Cisco Networking Academy , yaitu Cisco Packet Tracer.
Langsung saja kita bahas tentang apa sih pengertian atau kegunaan dari Cisco Packet Tracer ini ??? .


Cisco Paket Tracer adalah sebuah solusi bagi para pelajar / mahasiswa khususnya jurusan Networking (Jaringan) untuk membuat konsep jaringan sementara tanpa mengeluarkan banyak dana , yang mungkin bisa juga di terapkan untuk implementasi sebenarnya sebelum membuat jaringan yang benar-benar nyata. Packet Tracer menyediakan simulasi, visualisasi, authoring, penilaian, dan kemampuan kolaborasi dan memfasilitasi mengajar dan belajar dari konsep teknologi yang kompleks.
Selanjutnya langsung saja ke cara penggunaan Aplikasi tersebut. Saya akan memberikan contoh pembuatan simulasi jaringan yang menghubungkan beberapa PC dengan menggunakan switch. Berikut ini langkah – langkah pembuatannya :
1.      Buka Aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah terinstall di PC atau Laptop, kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini :


2.      Untuk komponen – komponen yang digunakan terdapat pada pojok kiri bawah seperti yang diunjukkan oleh gambar berikut ini :



Untuk kali ini kita membutuhkan beberapa PC dan Switch .

3.      Pindahkan PC dan Switch dari Device component kedalam lembaran kerja .



4.      Lalu sambungkan semua komponen dengan kabel. Karena kita menghubungkan PC dengan Switch, kita menggunakan kabel Straight-through.

  
5.      Setelah tersambung , kita tinggal mengatur IP masing – masing PC agar dapat terconeksi antar PC dengan baik.
Caranya klik PC 0 , lalu pilih dan klik Desktop , klik IP Configurasi , pilih static ,, kemudian isi IP Addres dan juga Subnet Mask. Begitu seterusnya sampai PC 2.
Misalkan :
a.      PC 0 -> IP : 10.0.0.1 , Subnet Mask : 255.255.255.0
b.      PC 1 -> IP : 10.0.0.2 , Subnet Mask : 255.255.255.0
c.       PC 2 -> IP : 10.0.0.3 , Subnet Mask : 255.255.255.0.




6.      Setelah selesai setting IP koneksi , kita tinggal mengecek apakah semua sudah terkoneksi dengan baik dengan cara mengklik icon pesan pada sisi bagian kanan, kemudian klik.kan pada salah satu PC sehingga pada PC terdapat gambar pesan.





Lalu klik lagi ke salah satu PC yang lain. Jika berhasil akan ada tanda sukses pada bagian kanan bawah seperti dibawah ini :


Untuk melihat proses berjalannya data , klik Simulation pada bagian kanan bawah tepat dibawah icon pesan. Kemudian klik auto capture / play , sehingga proses pengiriman dan penerimaan data akan di animasikan.



Begitulah contoh membuatan simulasi jaringan sederhana dengan mengunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer.




Sumber bacaan : http://youdie-edo-pratama.blogspot.com

Read More..

Jumat, 28 November 2014

VISUAL BASIC

Pengertian Visual Basic

Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk membuat aplikasi-aplikasi kasir ataupun keuangan. Tetapi tidak menutup kemungkinan Visual Basic digunakan untuk membuat aplikasi lain seperti permainan hingga untuk membuat virus.

Awal dan Perkembangan Visual Basic

Sebelum adanya Visual Basic, terlebih dahulu muncul bahasa pemrograman BASIC pada awal tahun 1960-an di Darthmouth College, Amerika. Bahasa BASIC ini merupakan bahasa pemrograman yang mudah dipahami, sehingga para programmer pada masa itu mempelajari bahasa ini sebagai bahasa pemrograman pertamanya. Hingga pada tahun 1982 IBM memperkenalkan PC pertamanya dan Microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk digunakan pada PC ini.
Tidak lupa Microsoft menyertakan pula bahasa BASIC di dalam system operasi MS-DOS ini yang dikenal dengan nama QuickBasic (QBASIC). Tetapi seiring berjalannya waktu, dan munculnya system operasi Windows pada tahun 1990-an dan menggantikan MS-DOS, tetapi karena antusias pengguna terhadap bahasa QBASIC. Microsoft kemudian memperkenalkan bahasa Basic khusus Windows yang dikenal dengan Microsoft Visual Basic. Hingga saat ini, Visual Basic sudah hadir dalam 10 versi. Berikut peluncuran dari masing-masing versi.
  1. Pada tahun 1991 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 1.0 
  2. Pada tahun 1992 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 2.0 
  3. Pada tahun 1993 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 3.0 
  4. Pada tahun 1996 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 4.0 
  5. Pada tahun 1997 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 5.0 
  6. Pada tahun 1998 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 6.0 
  7. Pada tahun 2003 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 7.0 
  8. Pada tahun 2005 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 8.0 
  9. Pada tahun 2008 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 9.0 
  10. Pada tahun 2010 Microsoft mengeluarkan Microsoft Visual Basic Versi 10.0

keuntungan menggunakan visual basic

- Mendukung pembentukan program aplikasi berbasis windows (jendela –
jendela ) dengan menu yang menarik dan professional.
– Jendela yang dihasilkan dapat dipindah-pindahkan ( Moveable ) dan
diperbesar atau diperkecil ( Resizeable )
– Microsoft Visual Basic secara otomatis dapat mengenal dan memanfaatkan
mouse





Event driven programming adalah paradigma pemrogrman yang jalannya program ini  ditentukan oleh event / peristiwa  yaitu sensor keloaran atau tindakan pengguna ( mouse klik, tombol ) atau pesan dari program lain.
Event-driven programming juga dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknik arsitektur yang memiliki aplikasi utama loop yang jelas ke bawah dibagi dua bagian: yang pertama adalah kegiatan seleksi (atau aktivitas deteksi), dan yang kedua adalah penanganan event. Dalam sistem yang sama dapat dicapai dengan menggunakan interrupts bukan sebuah lingkaran utama terus berjalan, dalam hal ini mantan bagian arsitektur sepenuhnya berada di hardware.
Event-driven program dapat ditulis dalam bahasa apa pun, walaupun tugas yang mudah dalam bahasa yang menyediakan tingkat tinggi  seperti closures.
GUI (Graphical User Interface)
adalah jenis antar muka pengguna barang yang memungkinkan orang untuk berinteraksi dengan program di lebih banyak cara dibandingkan mengetik seperti komputer, perangkat genggam seperti Mp3 players, portable media players atau perangkat permainan, rumah tangga dan peralatan kantor dengan gambar daripada teks.
DDE (Dynamic Data Exchange)
Dynamic Data Exchange (DDE) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1987 dengan merilis Windows 2.0, Itu menggunakan “Windows Messaging Layer” fungsionalitas dalam Windows.  Oleh karena itu, DDE terus bekerja bahkan dalam versi modern Windows.  Teknologi baru telah dikembangkan yang, sampai batas tertentu, dibayangi DDE (misalnya OLE, COM. dan OLE automation, namun masih digunakan di beberapa tempat di dalam Windows, misalnya shell file asosiasi, untuk menyalin, memotong dan menyisipkan fungsi. Fungsi utama dari DDE ini adalah untuk memungkinkan aplikasi Windows untuk berbagi data.
OLE (Object Linking and Embedding)
Object linking and embedding (OLE)  adalah sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft yang memungkinkan embedding dan menghubungkan ke dokumen dan objek lain.
OLE pertama kali dirilis pada tahun 1990, yaitu OLE 1.0 adalah evolusi asli dari “dynamic data exchange” atau DDE, konsep bahwa microsoft dikembangkan untuk versi sebelumnya dari windows. Sementara DDE terbatas jumlah terbatas untuk mentransfer data antara dua menjalankan aplikasi, OLE mampu mempertahankan hubungan aktif antara dua dokumen atau bahkan melekatkan satu jenis dokumen dalam lainnya. dan ada pula OLE 2.0 sebagai evolusi dari OLE 1.0, dan selanjutnya diperkenalkan OLE custom controls yang diperkenalkan pada tahun 1994 sebagai pengganti yang sekarang usang Visual Basic Extension controls.
OLE mengizinkan sebuah editor untuk “pertanian keluar” bagian dari dokumen editor lain dan kemudian mengimpornya kembali. Sebagai contoh, sebuah desktop publishing sistem akan mengirimkan beberapa teks ke pengolah kata atau gambar ke editor bitmap menggunakan OLE. Manfaat utama dari menggunakan OLE adalah untuk menampilkan visualisasi data dari program lain bahwa program host biasanya tidak dapat menghasilkan sendiri (misalnya kue-chart dalam sebuah dokumen teks), serta untuk menciptakan file master. Referensi data dalam file ini dapat dibuat dan master file yang bisa lalu telah berubah data yang kemudian akan berpengaruh pada dokumen yang direferensikan.
DLL (Dynamic-link library)
Dynamic-link Library atau DLL, adalah microsoft pelaksanaan shared library (perpustakaan berbagi), konsep dalam Microsoft windows dan OS/2 sistem operasi. Perpustakaan ini biasanya mempunyai ekstensi file DLL, OCX (untuk perpustakaan yang mengandung ActiveX kontrol), atau DRV (untuk warisan driver sistem). Format file DLL adalah sama seperti untuk Windows EXE file – yaitu, Portable Executable (PE) untuk 32-bit dan 64-bit Windows, dan new executable (NE) untuk 16-bit Windows. Seperti dengan mantanku, DLL dapat berisi kode,data dan sumber daya, dalam setiap kombinasi.
ActiveX
ActiveX adalah sebuah kerangka kerja untuk mendefinisikan reusable komponen perangkat lunak yang melakukan fungsi tertentu atau sejumlah fungsi dalam microsoft windows dengan cara yang tidak tergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan untuk melaksanakannya. Sebuah aplikasi perangkat lunak kemudian dapat terdiri dari satu atau lebih dari komponen ini dalam rangka untuk memberikan fungsinya.
program ini diperkenalkan pada tahun 1996 oleh microsoft sebagai perkembangan dari Component Object Model (COM) dan Object linkng dan embedding (OLE) teknologi dan biasanya digunakan dalam windows sistem operasi, meskipun teknologi itu sendiri tidak terikat padanya.
Banyak Microsoft Windows aplikasi – termasuk banyak dari mereka dari Microsoft sendiri, seperti Internet Explorer, Microsoft Office, Microsoft Visual Studio, dan Windows Media Player menggunakan kontrol ActiveX untuk membangun fitur-set dan juga merangkum fungsi mereka sendiri sebagai kontrol ActiveX yang dapat kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi lainnya. Internet Explorer juga memungkinkan kontrol ActiveX embedding ke halaman web
preferensi: google-wikipedia



Pembuatan dan pengembangan Visual Basic
-  Design    :  Modus    Desain    ( g  )   merupakan      modus    yang   digunakan     untuk
mendesain sebuah aplikasi yaitu merancang tampilan form dan menuliskan rutin  program.
-   Procedure   :   prosedur   bisa   berupa   kelompok   kode   perhitungan   atau   pengolahan
teks atau operasi database tertentu atau kelompok lainnya.
-   Procedure      view    dan   tombol     full  modul     view   memudahkan         pilihan   untuk
keseluruhan penampilan atau hanya procedure terpilih saja.
-   Drag dan drop diantara window code dan window watch
 -   Instant watch dalam mode debug bisa tampil sebagai tooltip.
 -   Convert to runtime version : Modus Run-Time ( 8) merupakan modus saat aplikasi
mengambil   alih   pengontrolan   program   dengan           cara   Visual   Basic   menjalankan




Read More..

Rabu, 19 Desember 2012

Simulasi Jaringan menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer

kali ini gua akan mencoba memberikan sedikit informasi tentang Aplikasi simulasi jaringan yang digunakan dalam Cisco Networking Academy , yaitu Cisco Packet Tracer.
Langsung saja kita bahas tentang apa sih pengertian atau kegunaan dari Cisco Packet Tracer ini ??? .


Cisco Paket Tracer adalah sebuah solusi bagi para pelajar / mahasiswa khususnya jurusan Networking (Jaringan) untuk membuat konsep jaringan sementara tanpa mengeluarkan banyak dana , yang mungkin bisa juga di terapkan untuk implementasi sebenarnya sebelum membuat jaringan yang benar-benar nyata. Packet Tracer menyediakan simulasi, visualisasi, authoring, penilaian, dan kemampuan kolaborasi dan memfasilitasi mengajar dan belajar dari konsep teknologi yang kompleks.
Selanjutnya langsung saja ke cara penggunaan Aplikasi tersebut. Saya akan memberikan contoh pembuatan simulasi jaringan yang menghubungkan beberapa PC dengan menggunakan switch. Berikut ini langkah – langkah pembuatannya :
1.      Buka Aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah terinstall di PC atau Laptop, kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini :


2.      Untuk komponen – komponen yang digunakan terdapat pada pojok kiri bawah seperti yang diunjukkan oleh gambar berikut ini :



Untuk kali ini kita membutuhkan beberapa PC dan Switch .

3.      Pindahkan PC dan Switch dari Device component kedalam lembaran kerja .



4.      Lalu sambungkan semua komponen dengan kabel. Karena kita menghubungkan PC dengan Switch, kita menggunakan kabel Straight-through.

  
5.      Setelah tersambung , kita tinggal mengatur IP masing – masing PC agar dapat terconeksi antar PC dengan baik.
Caranya klik PC 0 , lalu pilih dan klik Desktop , klik IP Configurasi , pilih static ,, kemudian isi IP Addres dan juga Subnet Mask. Begitu seterusnya sampai PC 2.
Misalkan :
a.      PC 0 -> IP : 10.0.0.1 , Subnet Mask : 255.255.255.0
b.      PC 1 -> IP : 10.0.0.2 , Subnet Mask : 255.255.255.0
c.       PC 2 -> IP : 10.0.0.3 , Subnet Mask : 255.255.255.0.




6.      Setelah selesai setting IP koneksi , kita tinggal mengecek apakah semua sudah terkoneksi dengan baik dengan cara mengklik icon pesan pada sisi bagian kanan, kemudian klik.kan pada salah satu PC sehingga pada PC terdapat gambar pesan.





Lalu klik lagi ke salah satu PC yang lain. Jika berhasil akan ada tanda sukses pada bagian kanan bawah seperti dibawah ini :


Untuk melihat proses berjalannya data , klik Simulation pada bagian kanan bawah tepat dibawah icon pesan. Kemudian klik auto capture / play , sehingga proses pengiriman dan penerimaan data akan di animasikan.



Begitulah contoh membuatan simulasi jaringan sederhana dengan mengunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer.




Sumber bacaan : http://youdie-edo-pratama.blogspot.com

Read More..

Rabu, 05 Desember 2012

Isi Voucher Game dengan im3 Voucher


Hello Kembali Lagi Dengan Saya Poster Pico ! Kali Ini Saya Akan Membuat Artikel Tentang Cara Membeli Voucher Wave Game Dengan Voucher Pulsa IM3 . Ok Langsung Saja!

Step 1 : Buka https://ipay.indosatm2.com/ , Dan Daftar !

Step 2 : Isi Pendaftaran Dan Konfirmasi Email , Dan Anda Login 
Step 3 : Click Topup Account
Step 4 : Click Yang Di Kotak-in Merah 
Step 5 : Isi Voucher Code ( HRN ) Dengan Voucher Code Pulsa Im3 Anda , Dan Isikan Verifiction Code Sesuai Dengan Huruf Di Gambar yg sudah tersedia
Step 6 : Dan Halaman Akan Me-Reload Sendiri , Dan Lihat IP Anda ! 
Step 7 : Klik By Merchant .
Step 8 : Dan Anda Melihat Berbagai Voucher Online ! Dan Anda harus Mencari Wave Game Point ! Di Halaman Ke-6 . Klik More Detail .
Step 9 : Pilih Voucher Yang Anda Ingin Kan , Lalu Klik Add To Cart
Step 10 : Kalian Akan Melihat Tampilan Seperti Ini ! Anda Klik Check Out !
Step 11 : Klik Pay Now
Step 12 : Dan Anda Telah Berhasil Membeli Voucher Wave Game Point , Dan Tunggu Beberapa Detik . Dan Anda Akan Di Arahkan Ke Item Purchased , Bila Tidak Di Arahkan Anda Bisa Mentekan History , Lalu Item Purchased Dan Anda Akan Melihat Serial Number Dan Serial Key Seperti Gambar Di Bawah 
Voucher Detail :
SN (Serial Number) : B2A1444430
Key 1 (Serial Key ) :  Z7VUL691J2W4NSXHP53A

Step 12 : Buka Pico . Di pico.ameba.net / Bagi Pengguna Facebook Bisa Menekan Enlarge View Di Samping kanan atas 

Step 13 : Klik Ameba Gold / +Buy Dan Anda Melihat Tampilan Seperti Di Bawah ini!



Step 14 : Click Earn Ameba Gold --> Payment Wall ! Dan Klik Wave/Game 

Step 15 : Pilih Paket Yang Anda Inginkan , Lalu Klik Buy Ameba Gold
Step 16 : Dan Anda Akan Membuka Tab Baru , Dan Masukan Serial Number Dan Serial Key . Seperti Gambar Di Bawah!
 Klik Submit!
Step 17 : Dan Anda Berhasil Mengisi AG !
Step 18 : Balik Ke pico.ameba.net dan refresh jangan menutup payment !! Langsung saja refresh , Dan   
AG Telah Masuk!
Good Luck !!
Happy Shopping!!
Editor : Leader Of Knight Leader Club :  Poster pico
Good Luck!!!
Read More..

Senin, 22 Oktober 2012

PLC - Power Line Communication

Teknologi Power Line Communication (PLC) adalah sebuah teknologi yang memungkinkan transmisi data melalui jaringan distribusi listrik. Keunggulan utama sistem PLC adalah fleksibilitasnya karena tidak perlu menyediakan infrastruktur media komunikasi secara terpisah dan khusus. Ketersediaan infrastruktur jaringan listrik sampai ke pelosok wilayah dan fleksibilitas operasional serta nilai ekonomisnya, menyebabkan teknologi PLC tersebut sangat layak untuk dipertimbangkan pemanfaatannya. Karena pemanfaatannya langsung dengan user, maka sering jaringan PLC diistilahkan sebagai last-mile communications networks.
Secara umum kita bisa membagi sistem PLC menjadi dua bagian ; Narrowband PLC dengan data rate rendah ( sampai dengan 100 kbps) dan Broadband PLC dengan data rate lebih dari 2 Mbps.
Ketika pertama kali dikembangkan, PLC hanya mampu memberikan kecepatan data sebesar 60 bit per second, karena masih menggunakan teknik modulasi seperti modulasi linear AM, double-sideband AM, single side band AM (SSB-AM), dan FSK. Akibatnya, teknologi ini tidak dapat mengakomodasi komunikasi kapasitas besar sehingga hanya digunakan untuk komunikasi kecepatan rendah, seperti pemonitoran dan pengontrolan.
    Dengan menerapkan metode modulasi penerobosan (breakthrough) seperti Wide Bandwidth Spectrum Spread Method, Multi-Carrier Method, dan metode Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) ke PLC, maka didapatkan kecepatan tinggi dan komunikasi dengan kapasitas besar. Kini Gateway PLC mampu memberikan kecepatan data lebih dari 200 Mbps, berlipat-lipat kali lebih cepat daripada koneksi melalui modem.
    Power line komunikasi atau listrik carrier (PLC), juga dikenal sebagai garis Power Digital Subscriber Line (PDSL), induk komunikasi, listrik telecom (WBP), atau jaringan listrik (PLN), adalah sebuah sistem untuk membawa data pada sebuah konduktor juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Broadband lebih dari Power Lines (BPL) menggunakan PLC dengan mengirim dan menerima informasi bantalan sinyal melalui jaringan listrik untuk menyediakan akses ke Internet.
    Daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi, yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan di dalam bangunan pada tegangan rendah. Powerline komunikasi dapat diterapkan pada setiap tahap. Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri mereka untuk satu set kabel (misalnya, bangunan kabel), tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkatan (misalnya, baik jaringan distribusi dan tempat kabel).
    Semua sistem komunikasi listrik beroperasi dengan “mencetak sebuah pembawa termodulasi sinyal pada sistem pengkabelan. Berbagai jenis komunikasi Powerline menggunakan pita frekuensi yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik transmisi sinyal dari kabel listrik yang digunakan. Karena sistem kabel listrik ini awalnya ditujukan untuk transmisi listrik AC, dalam konvensional digunakan, kekuatan kawat sirkuit hanya memiliki kemampuan terbatas untuk membawa frekuensi yang lebih tinggi. Masalah propagasi merupakan faktor pembatas untuk tiap jenis komunikasi listrik. Sebuah penemuan baru yang disebut E-Line yang memungkinkan kekuasaan satu konduktor pada overhead listrik untuk beroperasi sebagai Waveguide untuk memberikan atenuasi rendah propagasi RF melalui jalur energi gelombang mikro sementara memberikan informasi tingkat Gbps beberapa pengecualian untuk keterbatasan ini.
    Tarif data melalui sistem komunikasi listrik sangat bervariasi. Frekuensi rendah (sekitar 100-200 kHz) pengangkut terkesan pada transmisi tegangan tinggi baris dapat membawa satu atau dua rangkaian suara analog, atau telemetri dan sirkuit kendali dengan data yang setara tingkat beberapa ratus bit per detik, namun sirkuit ini mungkin bermil-mil lama. Kecepatan data yang lebih tinggi biasanya menunjukkan rentang yang lebih pendek; suatu jaringan area lokal yang beroperasi pada jutaan bit per detik mungkin hanya mencakup satu lantai di sebuah gedung perkantoran, tapi menghilangkan berdedikasi instalasi kabel jaringan.

1. Konsep Dasar PLC
    Konsep dasar PLC adalah menumpangkan sinyal data pada jaringan listrik dengan teknik modulasi. Jaringan listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50 Hz, sedangkan sinyal data yang dimasukkan ke dalam jaringan listrik tersebut memiliki frekuensi sepuluh juta kali lebih besar, yaitu 500 MHz, sehingga tidak terjadi kondisi saling melemahkan. Hal ini dilakukan di gardu listrik distribusi (distribution substation) yang bertegangan rendah 220 volt. Listrik yang masuk ke konsumen, kemudian akan dipisahkan kembali antara sinyal listrik dengan sinyal data.
Pada gardu distribusi, tegangan tinggi diturunkan tegangannya dan terhubung dengan infrastruktur komunikasi, baik berupa fiber, kabel coax, jaringan nirkabel, maupun jaringan satelit. Repeater dipasang setiap jarak sekitar 300 meter, untuk memperkuat dan meng-generate kembali sinyal yang ditransmisikan.
Pada sisi pelanggan akhir dari jaringan, CAU (Customer Acces Units) menghubungkan peralatan pengguna apakah itu telpon, komputer atau yang lainnya, ke jaringan kabel listrik utama. CAU ini juga sebagai unit-unit pengkondisi yang berfungsi untuk mengisolasi secara elektrik peralatan-peralatan pengguna dari kabel listrik utama, juga untuk mengekstraksi sinyal data dari arus listrik.
CAU ini dihubungkan ke infrastruktur komunikasi yang merupakan tegangan rendah induk (240-415 volt). Pada substasiun listrik dimana jaringan distribusi tegangan rendah berasal, sinyal-sinyal diinjeksikan ke dalam jaringan tegangan rendah dari jaringan data konvensional eksternal (kabel tembaga koaksial, kabel optik fiber, jaringan nirkabel, atau bahkan jaringan satelit). Jadi meskipun komunikasi data dapat dipropagasi melalui kabel listrik, beberapa jaringan konvensional harus tetap ada atau diinstal ke substasiun. Sampai saat ini belum ada metoda yang ditemukan untuk melakukan propagasi sinyal-sinyal data melalui jaringan tegangan tinggi (> 415 volt).
Secara khusus, frekuensi sinyal daya listrik adalah dalam range 50/60Hz. Dengan pengkondisian, sinyal-sinyal data ini dinaikkan ke frekuensi ultra tinggi dalam range 500/600MHz, sehingga data dapat dilapiskan ke atas kabel utama listrik tanpa terjadi kondisi saling melemahkan. Interferensi diminimalkan dengan memecah arus data ke bentuk paket-paket sebelum diinjeksikan ke dalam jaringan listrik. Sistem komersial dapat menawarkan laju data digital dalam kecepatan kelipatan lebih dari 32 kbps ke maksimum arus yang diperkirakan mencapai 1 Mbps. Laju data ini relatif sangat stabil, bebas dari noise dan menawarkan spektrum-spektrum yang dapat digunaan dalam range 6 dan 10 MHz ke para pelanggan akhir dari jaringan distribusi dan kira-kira spektrum 20 MHz ke para pelanggan yang lebih dekat dengan substasiun.
Nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan listrik adalah bahwa sekali teknologi ini diimplementasikan akan memungkinkan mereka untuk memperoleh nilai tambah ke jaringan mereka sendiri dengan berkemampuan untuk membaca meteran listrik pintar dan mampu menyediakan peranti pengelolaan demand/supply cerdas yang memberi kemampuan pada perusahaan dalam mengimplementasikan sistem tarif yang inovatif ataupun sistem reward energi yang lain.

2. Arsitektur Jaringan
    Secara umum, PLC dikembangkan menjadi dua macam aplikasi yaitu outdoor-PLC yaitu PLC untuk menghantarkan Internet melalui jaringan listrik dan indoor-PLC, yaitu PLC untuk jaringan lokal dalam sebuah Local Area Network (LAN). Banyak sekali istilah yang digunakan untuk kedua aplikasi ini. Outdoor-PLC dikenal dengan Access Broadband Power Line (BPL), PLC Access Network atau Digital PowerLine (DPL 1000), sedangkan indoor-PLC dikenal juga dengan PLC Home Networking atau in-house PLC.

• Outdoor PLC
Outdoor-PLC adalah bagian yang berhubungan langsung dengan backbone jaringan telekomunikasi. Beberapa sistem telekomunikasi yang dapat difungsikan sebagai backbone ini seperti Fiber Optik, xDSL, dan Wireless Local Loop (WLL). Sehingga sinyal yang berasal dari backbone telekomunikasi ini akan dikonversi menjadi sinyal yang dimengerti oleh PLC. Perangkat PLC ini biasa disebut main unit atau base unit. PLC menggunakan bagian tegangan rendah dari infrastruktur distribusi listrik yang telah ada guna menyediakan pelayanan data ke pelanggan di rumah-rumah.

• Indoor PLC
Teknologi lain yang menggunakan jaringan listrik sebagai media untuk komunikasi data adalah indoor-PLC atau PLC Home Networking, sebuah teknologi yang menggunakan saluran-saluran tegangan rendah internal (dan kabel yang menghubungkannya) dalam gedung sebagai media untuk Local Area Network (LAN) yang dikembangkan secara plug and play sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan.Indoor-PLC merupakan teknologi yang jauh lebih sederhana dan dibahas di sini sebagai pelengkap teknologi outdoor-PLC yang berskala besar. Indoor-PLC benar-benar merupakan solusi internal dimana di sini tidak melampaui batas-batas tempat pelanggan. Pastinya, indoor-PLC lebih sederhana daripada outdoor-PLC karena jaringan listrik dalam gedung/rumah biasanya sudah merupakan jaringan yang rapih dan terencana. Dalam sistem ini tidak ada peranti yang harus disisipkan ke dalam rangkaian tegangan rendah tidak diperlukan modifikasi pada titik oulet listrik. Faktanya, indoor-PLC sangat sederhana tinggal mencolokkan modem seperti suatu peranti ke bagian belakang komputer personal dan outlet listrik 220 volt konvensional. Tidak seperti outdoor-PLC, indoor-PLC merupakan teknologi yang telah banyak digunakan diseluruh dunia dan tidak membutuhkan pengkabelan khusus, tanpa lisensi, tanpa training khusus (bagian pengguna akhir maupun administratornya) dan tanpa protokol khusus. Kelemahan utama teknologi ini adalah bahwa kecepatannya terbatas sampai 56,6 Kbps, yaitu kecepatan dari modem tercepat. Sehingga sistem ini tidak berguna untuk aplikasi-aplikasi yang lebih dari sekedar transfer data.


Read More..

Sabtu, 20 Oktober 2012

OSI Layer dan OSI Model

Pengertian OSI Layer
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggung jawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer
adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam‐macam alasan atau keinginan yang berbeda. Berikut diilustrasi dari modularity

7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
7. Application
6. Presentation
5. Session
4. Transport
3. Network
2. Data Link
1. Physical

tugasy adalah 
7.
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e‐mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya
6.
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
5.
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,‐ bagaimana mereka saling berhubungan
satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
4.
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end‐to‐end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
3.
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
2.
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.
1.
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

Read More..